Senin, 07 Desember 2015

Kebakaran

Kalau kau memang mengasihi seseorang, maka kamu harus menerima dia apa adanya dan ngedukung dia biarpun kamu tau hidupnya masih nggak bener,” gitu kata orang-orang yang menjunjung tinggi nilai toleransi sampai ke titik yang paling ekstrem. Termasuk menolerir dan ngedukung mereka yang ngerasa nyaman hidup dalam dosa seksual plus penyimpangannya. Karena itulah sekarang ada gereja terutama di negara-negara barat yang nggak lagi mengkhotbahkan tentang dosa. Katanya atas nama kasih kita harus lebih toleran, menghormati pilihan orang lain dan nggak boleh menghakimi sama sekali. Hmm, apa iya itu yang dimaksud FirTu dengan mengasihi?


Sekarang coba liat dari ilustrasi ini. Salah seorang teman ada di kamarnya di lantai 2, padahal lantai 1 rumahnya udah kebakaran. Saat itu dia lagi tidur pulas karena kecapean, jadi dia sama sekali nggak sadar bahwa hidupnya sedang dalam bahaya. Dalam situasi seperti itu, apa yang bakalan kamu lakuin? Ngebiarin aja karena nggak mau ngeganggu tidurnya (kasihan), atau teriak-teriak dan kalo perlu ngelemparin kaca  jendela kamarnya sampai pecah, sehingga dia tau kalo dia dalam bahaya dan harus segera keluar dari situ? Gak mungkin kan kamu milih yang pertama! Keselamatan jiwanya jauh lebih penting dari kenyamanannya. *Dhina KS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar